“Bisakah kamu tidak memperlihatkan wajahmu di hadapanku?” Ucapan ini disampaikan Rasulullaah SAW kepad Wahsyi, orang yang membunuh Hamzah bin Abdul Muthalib, paman Nabi. Permintaan beliau wajar, karena Wahsyi tidak hanya membunuh Hamzah, tapi juga memutilasinya. Walau demikian, Rasulullaah kemudian tetap memintakan ampun untuk Wahsyi ketika Wahsyi sudah masuk Islam dan memintakan ampunan kepada Nabi. Wahsyi juga kemudian berusaha menebus kesalahannya dengan membunuh Musailamah Al-Kadzdzab. Seru Wahsyi “Aku telah membunuh sebaik-baik manusia, yaitu penghulu para syuhada, Hamzah bin Abdul Muthalib, dan aku juga telah membunuh seburuk-buruk manusia, yaitu Musailamah Al-Kadzdzab”. (Dr. Ali Muhammad Ash-Shallabi dalam buku “Peperangan Rasulullaah”). Betapa pengasihnya Rasulullaah. Sangat besar cintanya pada pamannya Hamzah, namun ia mintakan ampunan untuk pembunuh pamannya. Perihal Nabi tidak sanggup melihat wajah Wahsyi adalah hal yang wajar, karena melihat Wahsyi dapat membangkit...
As a civilized country needs a knowledgable mom..